sebenernya, saya pernah ngebaca quotes dari seseorang, yang saya kenal, dan itu bikin saya tertegun dan mikir. dia bilang, " ada beberapa orang di dunia ini diciptakan, emang untuk memberi pelajaran ke orang lain, jangan jadi seperti dia,". Dan saya bertanya, saya kah salah satu diantara nya?
dia bilang, saat kita ngga suka sama orang, saat kita sebel sama tingkah laku yang seseorang perbuat, sebenernya saat itu kita dikasih pelajaran, untuk tidak melakukan hal yang sama seperti orang itu. dana saya mikir, apakah saya seperti itu? apakah saya adalah orang yang tidak disukain sama orang, dan jadi pelajaran buat orang lain?
saya ngga tau. ngga bisa jawab. saya tau, saya bukan seseorang yang sempurna. tapi saya masih terkadang ngga suka sama orang, kesel sama tingkah nya, ngomentarin apa kesalahan orang lain. Dan saya baru nyadar. Halooo, harusnya saya ngaca. Walopun saya tau dengan jelas, misalnya, bahwa saya lebih bagus dari dia, harusnya saya sadar. saya emang punya hak untuk ngga suka, tapi saya ngga bisa melakukan lebih dari itu. artinya, saya ngga bisa dong, memaksa dia jadi seseorang yang sesuai dengan apa yang saya penginin. karena saya pun ngga bisa jadi seseorang yang seperti orang lain penginin.
makanya, akhir-akhir ini saya jadi agak agak mikir banyak kalo ada orang yang protes ke orang lain tentang hal yang ngga disukainya. saya jadi mikir, apakah saya juga diprotes orang2? apakah banyak yang ngga suka dengan sikap saya juga? apakah saya menjdi contoh buat orang lain biar ngga ajdi kaya saya?
setelah saya pikir-pikir, saya berlebihan deh iiih. hahhaha. gatau nih saya lagi kenapa,,
Kamis, 20 Agustus 2009
jahim jahim, hahhahaha
yeaaaa!!!
akhirnya setelah sekian lama ngerjain tugas macem2, ikut seminar ini itu, nyari tanda tangan banyak,
saya DILANTIK JUGA JADI ANGGOTA MUDA MTI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
saya pinjem jahimnya ka pandu-yang-pintar-soleh-baik-hati-ramah-tidak-sombong-berbudi-luhur, hahahahha
ka pandu pinjem ya, ntar saya cuci in deh,,
viva la MTI et la liberta!!!!!
akhirnya setelah sekian lama ngerjain tugas macem2, ikut seminar ini itu, nyari tanda tangan banyak,
saya DILANTIK JUGA JADI ANGGOTA MUDA MTI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
saya pinjem jahimnya ka pandu-yang-pintar-soleh-baik-hati-ramah-tidak-sombong-berbudi-luhur, hahahahha
ka pandu pinjem ya, ntar saya cuci in deh,,
viva la MTI et la liberta!!!!!
Rabu, 19 Agustus 2009
saya bersyukur lagii,,
saya benar benar merasa betapa saya diberikan kemudahan yang sedemikian besarya selama ini.
beberapa hari terakhir ini, saya banyak mengeluh. merasa lelah, dan berfikir betapa susah nya saya.
belum lagi merasa rasanya semua yang saya jalani ini terlalu berat, dan mulai bertanya, mengapa Allah memberikan saya cobaan seperti ini.saya berfikir, saya tidak pernah minta macam-macam, yang luar biasa. saya ingin yang sedang-sedang saja, dan saya berfikir permintaan saya tidak muluk-muluk kok. lalu saat saya merasa permintaan saya tidak dikabulkan, dan bertanya, kenapa harus saya yang menerima cobaan ini, saya diberi tahu oleh Nya.
kemarin, dalam sehari, saya tahu akan beberapa hal. dua sekaligus. yang menyadarkan saya bahwa memang tidak ada di dunia ini yang akan indah selamanya. bahwa setiap manusia di dunia ini akan menerima cobaan. dan cobaan yang selama ini saya terima, yang saya merasa begitu melampaui batas kemampuan saya menerima nya, ternyata bukan apa-apa. bukan apa-apa.
dua orang tadi, yang selama ini selalu saya pikir, adalah orang yang selalu bahagia, yang tidak pernah mendapat cobaan, yang sepertinya semua yang ada di hidupnya berjalan persis seperti apa yang mereka inginkan, ternyata bahkan pernah dicoba oleh Nya. dan jauuuuuh, lebih berat, dari apa yang saya terima.dan saya begitu kaget, waktu mereka tiba-tiba saja menceritakan semua kepedihan mereka pada saya, tepat di saat-saat saya mulai mengeluh lagi.
beban, cobaan, yang mereka terima buat saya lebih dari sekedar rasa lelah, sakit dan kecewa. dan saya tidak pernah menyangka bahwa mereka pernah seperti itu. saya pikir, itu tadi, hidup mereka adalahselalu kebaikan dan keberuntungan. dan saya baru tahu, saya salah.
dan tiba-tiba saya begitu membenci diri sendiri. saya malu, pada diri saya. saya begitu lemah. begitu rapuh. padahal saya membangga-bangga-kan saya yang bisa tersenyum walaupun saat sedih. tapi kuat bukan hanya masih bisa memaksakan diri untuk tersenyum saat air mata hampir tumpah. kuat adalah dengan tegar, menyadari keadaan, tidak mengeluh, dan tidak bertanya kenapa ini harus terjadi. dan saya sama sekali tidak seperti itu.
tapi setidaknya, saya bersyukur. sedikit saja sentuhan dari Nya, dan saya mulai sadar. saya bukan satu-satu nya orang yang pernah punya masalah. bakan di sekitar saya, orang-orang yang selalu saya iri-kan, yang saya pikir tidak pernah mendapat masalah seperti saya, justru adalah rang-orang yang begitu kuat menghadapi masalahnya. saya bersyukur, betapa rendah nya ternyata tingkat kesulitan cobaan yang Dia berikan kepada saya.
dan akhirnya saya mulai mengerti, bahwa seharusnya saya bersyukur lebih banyak dari apa yang saya lakukan selama ini. banyak hal-hal yang tidak saya tahu, yang saya tidak sadari, yang justru seharusnya saya syukuri. saya bersyukur sekali. terutama karena saya sudah mengerti, saya kira saya lah orang yang tidak punya masalah seperti orang lain
----terima kasih untuk dua orang yang kemarin cerita sama saya. kalian adalah orang-orang yang kuat, sungguh. saya percaya, kalian kuat, dan akan selalu begitu---
beberapa hari terakhir ini, saya banyak mengeluh. merasa lelah, dan berfikir betapa susah nya saya.
belum lagi merasa rasanya semua yang saya jalani ini terlalu berat, dan mulai bertanya, mengapa Allah memberikan saya cobaan seperti ini.saya berfikir, saya tidak pernah minta macam-macam, yang luar biasa. saya ingin yang sedang-sedang saja, dan saya berfikir permintaan saya tidak muluk-muluk kok. lalu saat saya merasa permintaan saya tidak dikabulkan, dan bertanya, kenapa harus saya yang menerima cobaan ini, saya diberi tahu oleh Nya.
kemarin, dalam sehari, saya tahu akan beberapa hal. dua sekaligus. yang menyadarkan saya bahwa memang tidak ada di dunia ini yang akan indah selamanya. bahwa setiap manusia di dunia ini akan menerima cobaan. dan cobaan yang selama ini saya terima, yang saya merasa begitu melampaui batas kemampuan saya menerima nya, ternyata bukan apa-apa. bukan apa-apa.
dua orang tadi, yang selama ini selalu saya pikir, adalah orang yang selalu bahagia, yang tidak pernah mendapat cobaan, yang sepertinya semua yang ada di hidupnya berjalan persis seperti apa yang mereka inginkan, ternyata bahkan pernah dicoba oleh Nya. dan jauuuuuh, lebih berat, dari apa yang saya terima.dan saya begitu kaget, waktu mereka tiba-tiba saja menceritakan semua kepedihan mereka pada saya, tepat di saat-saat saya mulai mengeluh lagi.
beban, cobaan, yang mereka terima buat saya lebih dari sekedar rasa lelah, sakit dan kecewa. dan saya tidak pernah menyangka bahwa mereka pernah seperti itu. saya pikir, itu tadi, hidup mereka adalahselalu kebaikan dan keberuntungan. dan saya baru tahu, saya salah.
dan tiba-tiba saya begitu membenci diri sendiri. saya malu, pada diri saya. saya begitu lemah. begitu rapuh. padahal saya membangga-bangga-kan saya yang bisa tersenyum walaupun saat sedih. tapi kuat bukan hanya masih bisa memaksakan diri untuk tersenyum saat air mata hampir tumpah. kuat adalah dengan tegar, menyadari keadaan, tidak mengeluh, dan tidak bertanya kenapa ini harus terjadi. dan saya sama sekali tidak seperti itu.
tapi setidaknya, saya bersyukur. sedikit saja sentuhan dari Nya, dan saya mulai sadar. saya bukan satu-satu nya orang yang pernah punya masalah. bakan di sekitar saya, orang-orang yang selalu saya iri-kan, yang saya pikir tidak pernah mendapat masalah seperti saya, justru adalah rang-orang yang begitu kuat menghadapi masalahnya. saya bersyukur, betapa rendah nya ternyata tingkat kesulitan cobaan yang Dia berikan kepada saya.
dan akhirnya saya mulai mengerti, bahwa seharusnya saya bersyukur lebih banyak dari apa yang saya lakukan selama ini. banyak hal-hal yang tidak saya tahu, yang saya tidak sadari, yang justru seharusnya saya syukuri. saya bersyukur sekali. terutama karena saya sudah mengerti, saya kira saya lah orang yang tidak punya masalah seperti orang lain
----terima kasih untuk dua orang yang kemarin cerita sama saya. kalian adalah orang-orang yang kuat, sungguh. saya percaya, kalian kuat, dan akan selalu begitu---
Rabu, 05 Agustus 2009
Selasa, 04 Agustus 2009
tadi sore, nih
yaaah, akhirnya
tumpah juga semua
*rasa kesel, lelah, marah, nyesek, takut, benci, sedih, bingung, semua nya
tadi sore di ruang alat
-hahahhaa saksi bisu nya ruang alat gitu deh-
tumpah juga semua
*rasa kesel, lelah, marah, nyesek, takut, benci, sedih, bingung, semua nya
tadi sore di ruang alat
-hahahhaa saksi bisu nya ruang alat gitu deh-
Senin, 03 Agustus 2009
apa yang berubah dari saya?
latihan kemaren2 memberi efek yang, cukup signifikan buat saya.
bukan badan saya jadi kurus,
bukan tangan saya jadi berotot
bukan kaki jadi pegel2 ato bengkak ato kenapa kenapa
bukan rambut saya jadi rontok (lho?)
tapi,...BIBIR SAYA
jadi, heuu
,,tebaaal,,
ngga langsung tebel gtu si. awalnya pecah di dalem, perih, merah, sakit, daan, sekarang akhirnya jadi, gitu deh. sekseh. hahahahaha.
aduuh, sy jdi kerasa bgt klo makan sambel sakitnya. padahal ud saya olesin banyak-bnyak n sering-sering lip ice. ngga ngefek ah. bibir saya tetep perih. dan tetep tebaal. hahhahaha
hduu, gara2 udah ngga pernah niup, sekalinya niup dipaksa part titik satu gitu. aduuh, padahal baru funtasmic ini!! belom september! belom boogie wonderland!! apalagi disuruh solo boogie??? bisa EDAN saya!!!! *mau jadi gimana lagi lah bibir saya ini bentuknyaa??
duh mau ngga diteken, ngga ketiup. yaudahlahya, dipaksa dulu ini. ntaran juga sambil jalan sambil belajar niup yg bener. hyahahhahhaa.
bukan badan saya jadi kurus,
bukan tangan saya jadi berotot
bukan kaki jadi pegel2 ato bengkak ato kenapa kenapa
bukan rambut saya jadi rontok (lho?)
tapi,...BIBIR SAYA
jadi, heuu
,,tebaaal,,
ngga langsung tebel gtu si. awalnya pecah di dalem, perih, merah, sakit, daan, sekarang akhirnya jadi, gitu deh. sekseh. hahahahaha.
aduuh, sy jdi kerasa bgt klo makan sambel sakitnya. padahal ud saya olesin banyak-bnyak n sering-sering lip ice. ngga ngefek ah. bibir saya tetep perih. dan tetep tebaal. hahhahaha
hduu, gara2 udah ngga pernah niup, sekalinya niup dipaksa part titik satu gitu. aduuh, padahal baru funtasmic ini!! belom september! belom boogie wonderland!! apalagi disuruh solo boogie??? bisa EDAN saya!!!! *mau jadi gimana lagi lah bibir saya ini bentuknyaa??
duh mau ngga diteken, ngga ketiup. yaudahlahya, dipaksa dulu ini. ntaran juga sambil jalan sambil belajar niup yg bener. hyahahhahhaa.
Sabtu, 01 Agustus 2009
apakah dunia itu adil??
Konsep bahwa : dunia itu ngga adil, sepertinya ada terus, muter-muter di kepala saya, ngga ilang ilang. Saya berusaha buat menerima, dan mengganti konsep itu jadi : sebenernya semua itu bukan adil dan ngga, Allah pasti udah ngatur yang terbaik buat kita. Tapi gimana dong, tiap saya memaksakan diri buat menerima konsep baru itu, ada kejadian lagi, yang bikin konsep awal itu lagi yg mnurut saya bener.
Bukanny saya ngga bersyukur. Ooh, saya bersyukur banget. Cuman saya heran. Sama orang-orang yang punya, kemampuan, banyak sekaligus, dan semuanya menonjol. Kaya, ngga punya kejelekan sedikit pun. Tau maksud saya? Orang orang, yang, selalu punya prestasi. Yang punya banyak kelebihan, multitalent. Yang berhasil di segala bidang,selalu nomer satu dimana mana. Orang yang seolah-olah ngga pernah gagal dalam hidupnya. Gitu lah.
Setahu saya, emang semua itu, ngga terjadi gitu aja. Harus ada usaha nya. Dan harus tau gimana memanfaatkan kesempatan yang ada. Dan, harus mau, nyari kesempatan itu. Ngga mungkin dong, tiba-tiba aja si kesempatan dateng sendiri. Kita juga, yang harus usaha. Kaya yang pernah saya denger, Life is about the choice, and the choice is ours. Mau dibikin jadi apa hidup kita, hidup saya, masing-masing lah yang nentuin. Oke, saya memang bukan orang yang antusias nyari2 lomba ini itu buat diikutin, terus menang. Saya juga ngga segitu niatnya mempelajari apaa, gitu, hanya buat jadi yang nomer satu di bidang ny. Saya bukan seseorang yang, apa ya, perfectaholic. Atau nomersatuaholic. Saya, apa ya? Standar. Terlalu standar.
Saya bukannya juga mau jadi nomer satu di manaa, gitu. Saya cuman bertanya aja. Dari sekian banyak orang yang mempelajari suatu bidang dan bisa sukses di bidangnya, kenapa saya ngga termasuk di dalemnya? Saya, entahlah. I think, I have no ability. Terus, "ngga juga tau nik. kamu ngga bersyukur banget deh. Kamu jago kali. Musik mu oke. Pelajaran juga kamu pinter. Kamu juga bisa jadi sosok pemimpin. Kamu supel. Kamu jago nulis.Apa itu yang namanya have no ability?" *cat:ini dikutip dari perkataan temen saya.bukan saya yg ngarang2*
Kalau masalah bersyukur, saya jelas bersyukur. Saya bersyukur, IP saya ngga jelek2 amat, ngga kaya si A. Saya bersyukur, untung saya ngerti tentang musik, ngga kaya B. Saya bersyukur, punya temen2 banyak yang baik-baik, ngga kaya si C. Saya bersyukur, dipercaya orang jadi pemimpin, ngga kaya D.
Tapiii, setelah saya pikir pikir, saya juga ngga bisa mengiyakan omongan temen saya itu tadi. Musik saya oke?? Gimana bisa? Saya baca partitur aja masi berebet berebet. Aransemen? Masih kacau, suka ngga balance. Main alat musik, I play it, but it doesnt mean I can. Pelajaran saya pinter. Halooo, terus yg kemaren nilai fisika kalkulus kimia nya jelek itu siapa dong? Yang di transkrip nilai nya jelek siapa dong? Yang bahkan nangkep pelajaran aja lemot siapa? Pinter di sebelah mana nyaa? Saya bisa jadi sosok pemimpin? Dan saya jadi pinpro OHU, yang kaya nya ngga berjalan mulus. Yang saya masih suka dimarahin, harusnya ini, harusnya itu. Yang ribet sendiri ngurusin surat-surat, ijin-ijin, stand, rapat-rapat. Yang banyak hal yang kaya nya saya salah ambil keputusan. Dari mana bisa jadi pemimpin kalo gitu? Saya supel? bahkan saya ngga kenal anak kosan. Saya malah ngga tau, apa anak2 TI pada tau saya ,selain anak MB n alumni SMA. SAya jago nulis?? Apa sih yang bisa saya tulis selain unek-unek n cerita tetang perasaan saya? ngga ada artistiknya sama sekali, gitu. Ngga ada sastra-sastra nya sama sekali juga.
Dan ayo, kita bandingkan sama seorang temen saya. YAng pelajarannya oke punya. Yang jenius musik. Yang punya segudang prestasi di bidang sastra. Yang semua orang kenal baik sama dia. Yang sering juara satu olahraga apa, gtu. Yang jago debat. Yang punya kesemua kemampuan itu.
Laluu, salah kah saya kalo saya bilang : dunia itu ngga adil?
sayangnya, konsep itu pun masih susah saya terima dengan lapang hati. saya masih belum bisa mengerti gitu saja, bahwa memang dunia ini ngga adil ,jadi saya tidak bisa komplain atau ngga terima tentang sesuatu. bahwa memang ada yang diciptakan dengan kondisi gitu, dan saya dalam kondisi gini. dan saya tidak berhak bertanya kenapa bisa gini? karena jawabanny cuma satu. karena dunia, memang ngga adil.
sampai sekarang tapi saya masih berusaha menanamkan konsep yang kedua kok.
Bukanny saya ngga bersyukur. Ooh, saya bersyukur banget. Cuman saya heran. Sama orang-orang yang punya, kemampuan, banyak sekaligus, dan semuanya menonjol. Kaya, ngga punya kejelekan sedikit pun. Tau maksud saya? Orang orang, yang, selalu punya prestasi. Yang punya banyak kelebihan, multitalent. Yang berhasil di segala bidang,selalu nomer satu dimana mana. Orang yang seolah-olah ngga pernah gagal dalam hidupnya. Gitu lah.
Setahu saya, emang semua itu, ngga terjadi gitu aja. Harus ada usaha nya. Dan harus tau gimana memanfaatkan kesempatan yang ada. Dan, harus mau, nyari kesempatan itu. Ngga mungkin dong, tiba-tiba aja si kesempatan dateng sendiri. Kita juga, yang harus usaha. Kaya yang pernah saya denger, Life is about the choice, and the choice is ours. Mau dibikin jadi apa hidup kita, hidup saya, masing-masing lah yang nentuin. Oke, saya memang bukan orang yang antusias nyari2 lomba ini itu buat diikutin, terus menang. Saya juga ngga segitu niatnya mempelajari apaa, gitu, hanya buat jadi yang nomer satu di bidang ny. Saya bukan seseorang yang, apa ya, perfectaholic. Atau nomersatuaholic. Saya, apa ya? Standar. Terlalu standar.
Saya bukannya juga mau jadi nomer satu di manaa, gitu. Saya cuman bertanya aja. Dari sekian banyak orang yang mempelajari suatu bidang dan bisa sukses di bidangnya, kenapa saya ngga termasuk di dalemnya? Saya, entahlah. I think, I have no ability. Terus, "ngga juga tau nik. kamu ngga bersyukur banget deh. Kamu jago kali. Musik mu oke. Pelajaran juga kamu pinter. Kamu juga bisa jadi sosok pemimpin. Kamu supel. Kamu jago nulis.Apa itu yang namanya have no ability?" *cat:ini dikutip dari perkataan temen saya.bukan saya yg ngarang2*
Kalau masalah bersyukur, saya jelas bersyukur. Saya bersyukur, IP saya ngga jelek2 amat, ngga kaya si A. Saya bersyukur, untung saya ngerti tentang musik, ngga kaya B. Saya bersyukur, punya temen2 banyak yang baik-baik, ngga kaya si C. Saya bersyukur, dipercaya orang jadi pemimpin, ngga kaya D.
Tapiii, setelah saya pikir pikir, saya juga ngga bisa mengiyakan omongan temen saya itu tadi. Musik saya oke?? Gimana bisa? Saya baca partitur aja masi berebet berebet. Aransemen? Masih kacau, suka ngga balance. Main alat musik, I play it, but it doesnt mean I can. Pelajaran saya pinter. Halooo, terus yg kemaren nilai fisika kalkulus kimia nya jelek itu siapa dong? Yang di transkrip nilai nya jelek siapa dong? Yang bahkan nangkep pelajaran aja lemot siapa? Pinter di sebelah mana nyaa? Saya bisa jadi sosok pemimpin? Dan saya jadi pinpro OHU, yang kaya nya ngga berjalan mulus. Yang saya masih suka dimarahin, harusnya ini, harusnya itu. Yang ribet sendiri ngurusin surat-surat, ijin-ijin, stand, rapat-rapat. Yang banyak hal yang kaya nya saya salah ambil keputusan. Dari mana bisa jadi pemimpin kalo gitu? Saya supel? bahkan saya ngga kenal anak kosan. Saya malah ngga tau, apa anak2 TI pada tau saya ,selain anak MB n alumni SMA. SAya jago nulis?? Apa sih yang bisa saya tulis selain unek-unek n cerita tetang perasaan saya? ngga ada artistiknya sama sekali, gitu. Ngga ada sastra-sastra nya sama sekali juga.
Dan ayo, kita bandingkan sama seorang temen saya. YAng pelajarannya oke punya. Yang jenius musik. Yang punya segudang prestasi di bidang sastra. Yang semua orang kenal baik sama dia. Yang sering juara satu olahraga apa, gtu. Yang jago debat. Yang punya kesemua kemampuan itu.
Laluu, salah kah saya kalo saya bilang : dunia itu ngga adil?
sayangnya, konsep itu pun masih susah saya terima dengan lapang hati. saya masih belum bisa mengerti gitu saja, bahwa memang dunia ini ngga adil ,jadi saya tidak bisa komplain atau ngga terima tentang sesuatu. bahwa memang ada yang diciptakan dengan kondisi gitu, dan saya dalam kondisi gini. dan saya tidak berhak bertanya kenapa bisa gini? karena jawabanny cuma satu. karena dunia, memang ngga adil.
sampai sekarang tapi saya masih berusaha menanamkan konsep yang kedua kok.
Langganan:
Postingan (Atom)
