di atas kasur saya ada tiga selimut yang kesemuanya tidal dilipat, ke-untel-untel tidak karuan, uli yang gatau kenapa posisi tidurnya gitu, bantal stroberi dan bantal2 lain yang sungguh tidak pas posisinya. Di kasur bawah ada laptop teronggok tidak jelas, handphone zte fren yang mati entah dimana chargernya, kabel lan dan kabel laptop berseliwrean sama sekali tidak rapih. Di karpet ada piring bekas saya makan bubur plus sendoknya, plastik kresek isi sampah plastik bubur tadi, gelas, botol ades setengah isi, koran kemarin, tissue yang entah kenapa bisa ada di situ, chickensoup konsumsi saya tadi malam, tas barusan saya pakai, kaos kaki, dan uprit. Di meja belajar saya, ada bunga mawar merah tergeletak begitu saja, kertas perwalian, gulungan tali rafia, sisa-sisa guntingan kertas dupleks, peniti dan jarum pentul, obat barusan, papanjalan, kalkulator.
Ah kamar saya berantakan ? Tidak cuman itu. HIDUP SAYA berantakan. Saya berlebihan. Boleh saya membela diri? Saya tidak melebih-lebihkan dan mendramatisir. Memang begitu kok adanya. IP saya mengecewakan. Persahabatan saya rasanya hampa . Orang yang sangat berarti sekali buat saya bahkan tidak lagi menyapa saya. Teman-teman saya entah kenapa tidak senyaman dulu .Kepanitiaan saya banyak yang tidak sepaham dengan pikiran saya. Belum lagi emosi saya yang akhir2 ini naik jadi tigakalilipat. Dan perubahan suasana hati saya yang drastis tiap harinya. Saya merasa tidak berguna. Saat semua sibuk dan melejit dengan hal-hal penting masing-masing, saya duduk diam dan ongkang-ongkang kaki sambil terus merasa sedih dan menggalau. Apa saja kerjaan saya sih? kenapa saya merasa begitu menganggur dan hanya ingin tiduran dan menulis atau membaca saja?
uuuh saya ingin kembali pada saat-saat saya sibuk. harus dengan detail membagi waktu dan memilih prioritas dan presentasi kinerja di masing2 pekerjaan. sok sibuk dengan lari kesana kesini dengan cepat mengkonsentrasikan diri sesuai perubahan kegiatan yang berlangsung cepat dan singkat. mencari celah agar kegiatan yang bentrok bisa dikerjakan bersamaan tanpa menghilangkan salah satunya. Menyamaratakan porsi seadil-adilnya. Bekerjasama dengan banyak orang di berbagai komunitas dan memahami perbedaan yang terjadi. Lalu akhirnya mengeluh karena terlalu lelah. Tapi memang saya saja yang manja. Saya nganggur pun mengeluh juga pada akhirnya.
boleh beri saya pekerjaan? karena kalau saya banyak menganggur, saya akan banyak melamun dan berfikir. Makin banyak berfikir, saya akan merasa sedih dengan kekurangan-kekurangan yang saya miliki. Makin merasa begitu, saya bisa-bisa makin stress dan error karena melankolis dan dramastis. Makin begitu, makin kacau pula tingkah dan emosi saya. Akhirnya, makin kacau lah hidup saya. *caricari kambinghitam untuk jadi penyebab kenapa hidup saya kacau. beuh.
Rabu, 20 Januari 2010
Minggu, 17 Januari 2010
i am
Mereka tidak pernah lagi bicara. Bahkan saat memang sudah seharusnya terjadi dialog antar keduanya. Hanya ada perintah. dan anggukan tanda mengerti. Itupun hanya karena alasan profesionalitas. Hubungan pekerjaan. Selebihnya, mereka benar benar saling diam.
Sudah hampir sebulan mereka begitu. Tanpa komunikasi, tanpa ada rasa ingin saling mengerti. Orang-orang merasa sesuatu terjadi antara mereka berdua. Tapi mereka menjawab dengan senyum tawar saat ditanya adaapa. Mereka seperti tidak saling peduli.
Tapi kejadian tadi nyata tertangkap mata saya. Si perempuan sibuk mengatur jalannya lagu audisi, tapi dari sudut matanya ia tidak pernah lepas dari gerakan-gerakan yang dilakukan si laki-laki. Si perempuan bergumam sesuatu tentang cara mengoperasikan tape, tapi sesungguhnya hatinya selalu membisikkan doa, jangan sampai ada toss yang terlewat atau spin yang terlalu kuat. Si perempuan tertawa lepas dan bercanda dengan teman-teman lainnya, tapi sesungguhnya ia cemas dan ikut tegang.
Saya tahu si perempuan itu sesungguhnya masih sayang. Masih sulit berfikir kalau ini seharusnya diselesaikan. Masih punya sedikit harapan akan ada akhir yang lebih baik dari sekedar diam-diaman.
Saya tahu pasti ada apa diantara mereka. saya mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Ya, itu saya.
Sudah hampir sebulan mereka begitu. Tanpa komunikasi, tanpa ada rasa ingin saling mengerti. Orang-orang merasa sesuatu terjadi antara mereka berdua. Tapi mereka menjawab dengan senyum tawar saat ditanya adaapa. Mereka seperti tidak saling peduli.
Tapi kejadian tadi nyata tertangkap mata saya. Si perempuan sibuk mengatur jalannya lagu audisi, tapi dari sudut matanya ia tidak pernah lepas dari gerakan-gerakan yang dilakukan si laki-laki. Si perempuan bergumam sesuatu tentang cara mengoperasikan tape, tapi sesungguhnya hatinya selalu membisikkan doa, jangan sampai ada toss yang terlewat atau spin yang terlalu kuat. Si perempuan tertawa lepas dan bercanda dengan teman-teman lainnya, tapi sesungguhnya ia cemas dan ikut tegang.
Saya tahu si perempuan itu sesungguhnya masih sayang. Masih sulit berfikir kalau ini seharusnya diselesaikan. Masih punya sedikit harapan akan ada akhir yang lebih baik dari sekedar diam-diaman.
Saya tahu pasti ada apa diantara mereka. saya mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Ya, itu saya.
tentang diam dan mendengarkan
Malam minggu saya nyaris tanpa cela. Saya duduk berdua bersama teman saya. Menulis catatan ini di binder saya. Di depan saya, dalam barisan teratur, melakukan lemparan, toss, spin,gerakan tertentu, berkalikali. Bendera biru dan orange berseliweran di depan mata saya, sesekali dalam putaran yang sama, sesekali kacau. Bunyi dentangan dimana mana, tanda banyak flag yang gagal ditangkap. Bunyinya bising, dan frekuensi nya tinggi. Tapi buat saya, dengan saya duduk di depan mereka, diam dan menikmati gerakan kontinu yang susah payah mereka lakukan, adalah kombinasi yang indah.
Aneh rasanya. Menyadari hal yang paling saya suka adalah saat saya duduk sendiri, dengan keriuhan di sekitar saya. Dengan telinga saya penuh dengan suara suara, namun yang paling jelas terdengan aralah suara goresan pensil saya, dan kerincing gelang di tangan kanan saya setiap kali saya menggerakkan tangan untuk menulis. Saya suka begitu. Karena saat di tengah ramai lalu saya diam, saya belajar mendengar. Menikmati lebih jelas. Mencari sesuatu yang lain yang mungkin dapat saya temukan untuk dipelajari, untuk dimengerti. Merasa baik.
Kadang saya larut dalam ramai itu. Saya ikut terbahak, ikut berisik, dan itu menyenangkan. Itu membuat saya tertawa, lepas. Tapi ada sesuatu yang saya rasakan saat saya memilih untuk tidak ikut dalam kebisingan itu. Saat saya memilih untuk duduk diam di tengah tengah dan mendengarkan. Ada kelegaan. Ada ketenangan. Ada suatu rasa nyaman dan manis saat saya melakukan itu. Yang membuat saya merasa jauh lebih enteng ketika memulai melakukan hal yang lain setelahnya. Yang membuat saya ketagihan.
Saya melankolis? Sepertinya tidak. Ada perbedaan antara melankolis dengan apa yang saya rasakan, hmm, saya juga tidak yakin sebenarnya, tapi saya tahu itu beda. Jadi saya akan menyangkal bahwa saya melankolis, dan akan lebih senang jika saya dinilai sebagai pemikir. Atau pendengar. KArena hal yang saya lakukan adalah diam dan mendengar, bukan.
Saya aneh, rasanya tidak juga. Orang melakukan hal-hal yang dinilai aneh bagi orang lain, tapi baginya itu adalah cara untuk mendapat rasa nyaman. Yah, selama itu tidak mengganggu orang lain, bukankah itu wajar? Saya hanya mencari kestabilan. Menghilangkan rasa kesal sedih kecewa. Menciptakan pikiran positif. Dengan duduk diam di tengah keramaian. Dan saya rasa, cara itu mungkin adalah salah satu cara yang tepat untuk sebentar lupa pada galau-galau saya. Hahaha, lucu rasanya mengingat saya punya cara lain untuk menghilangkan galau, dengan karaoke keras2, dan keduanya sangat bertolakbelakang.
Dan sampai sekarang rasanya tidakada masalah dengan pendengaran saya, atau tangan saya untuk menulis. Jadi selama saya tidak bosan dengan ritual ini, sepertinya saya akan sering melakukannya. Diam. Di tengah keriuhan. Belajar mendengarkan. Lalu kemudian merasakan kelegaan. Hmm, dan menghilangkan galau. Yah, terkadang justru menambah sih, hahaha.
Jadi, let's keep silent and try to listen. It feels good,
Aneh rasanya. Menyadari hal yang paling saya suka adalah saat saya duduk sendiri, dengan keriuhan di sekitar saya. Dengan telinga saya penuh dengan suara suara, namun yang paling jelas terdengan aralah suara goresan pensil saya, dan kerincing gelang di tangan kanan saya setiap kali saya menggerakkan tangan untuk menulis. Saya suka begitu. Karena saat di tengah ramai lalu saya diam, saya belajar mendengar. Menikmati lebih jelas. Mencari sesuatu yang lain yang mungkin dapat saya temukan untuk dipelajari, untuk dimengerti. Merasa baik.
Kadang saya larut dalam ramai itu. Saya ikut terbahak, ikut berisik, dan itu menyenangkan. Itu membuat saya tertawa, lepas. Tapi ada sesuatu yang saya rasakan saat saya memilih untuk tidak ikut dalam kebisingan itu. Saat saya memilih untuk duduk diam di tengah tengah dan mendengarkan. Ada kelegaan. Ada ketenangan. Ada suatu rasa nyaman dan manis saat saya melakukan itu. Yang membuat saya merasa jauh lebih enteng ketika memulai melakukan hal yang lain setelahnya. Yang membuat saya ketagihan.
Saya melankolis? Sepertinya tidak. Ada perbedaan antara melankolis dengan apa yang saya rasakan, hmm, saya juga tidak yakin sebenarnya, tapi saya tahu itu beda. Jadi saya akan menyangkal bahwa saya melankolis, dan akan lebih senang jika saya dinilai sebagai pemikir. Atau pendengar. KArena hal yang saya lakukan adalah diam dan mendengar, bukan.
Saya aneh, rasanya tidak juga. Orang melakukan hal-hal yang dinilai aneh bagi orang lain, tapi baginya itu adalah cara untuk mendapat rasa nyaman. Yah, selama itu tidak mengganggu orang lain, bukankah itu wajar? Saya hanya mencari kestabilan. Menghilangkan rasa kesal sedih kecewa. Menciptakan pikiran positif. Dengan duduk diam di tengah keramaian. Dan saya rasa, cara itu mungkin adalah salah satu cara yang tepat untuk sebentar lupa pada galau-galau saya. Hahaha, lucu rasanya mengingat saya punya cara lain untuk menghilangkan galau, dengan karaoke keras2, dan keduanya sangat bertolakbelakang.
Dan sampai sekarang rasanya tidakada masalah dengan pendengaran saya, atau tangan saya untuk menulis. Jadi selama saya tidak bosan dengan ritual ini, sepertinya saya akan sering melakukannya. Diam. Di tengah keriuhan. Belajar mendengarkan. Lalu kemudian merasakan kelegaan. Hmm, dan menghilangkan galau. Yah, terkadang justru menambah sih, hahaha.
Jadi, let's keep silent and try to listen. It feels good,
Sabtu, 16 Januari 2010
bohong.
pagi ini saya terbangun di atas kasur, di kamar kosan saya, seperti biasa. Saat saya membuka mata, semua masih sama. gorden yang belum dibuka, kasur bawah yang tidak di sprei, tumpukan baju kotor yang akan masuk ke keranjang cuci, box berisi buku-buku dan catatan lama saya, lemari pada posisinya, lampu yang terlalu terang, selimut yang berantakan. Dan uli dalam dekapan saya. Merasakan nyaman satu sama lain
Bedanya, ada sesuatu yang aneh di hati saya dua hari terakhir ini. Saya merasa tidak tenang. Bukan gelisah, tapi galau. Ada yang mengacaukan kestabilan hati saya. Yang membuatnya tidak hanya senang dan sedih yang berganti setiap dua menit seperti dulu. Yang bukan menjadi rasa deg-degan dan kecewa yang naik turun seperti rollercoaster. Tapi ada yang lain di dalam sini. Ada kebohongan. Saya belajar membohongi diri sendiri. Saya belajar meyakinkan hati saya untuk merasa 'tidak', padahal sesungguhnya ia bilang 'ya ya ya sangat!'. Saya sering berakting. Saya jago kok. Saya sering selalu ceria, tertawa dan bercanda, merasa riang sepanjang waktu, tanpa orang tau kalau saya sesungguhnya menangis saat mereka melepaskan pandangan dari saya. Tapi buat saya, akting pada diri sendiri inilah yang paling susah. Membohongi diri sendiri. Sama seperti main petak umpet sendirian, saya menjadi yang bersembunyi sekaligus yang jaga. saya selalu bisa menemukan saya, bukan. Saya selalu tahu yang sebenarnya, secantik apapun kebohongan saya.
Lalu mengapa saya harus memaksakan berbohong pada diri sendiri? Karena saya butuh mengubah hati. Karena saya harus mengganti persepsi. Karena saya sudah lelah dengan perasaan ini. Saya suka, saya sayang, tapi saya tidak boleh. Maka saya meredam dan berusaha berfikir, tidak, saya tidak suka. Tapi saya selalu tahu saya sebenarnya suka. Tapi saya harus belajar memasukkan pikiran saya tidak suka. Aaah, saya harus keluar dari lingkaran ini. Dari berbohong pada diri sendiri. Saya belum menemukan cara lain untuk mengubah hati, tampaknya. maka inilah cara instant buat saya. Berakting. Berbohong.
Sayangnya, saya tiap hari bertemu dengannya. Dan berpapasan. Dan makan bareng. Dan menikmati tingkah konyolnya. Dan itu sungguh-sungguh membuat hati saya makin acakadul. Makin tidak bisa menyangkal fakta sesungguhnya. Makin tidak bisa membohongi diri sendiri. Makin membuat saya merasa sakit. Dan lelah. Dan hmm, mungkin itu yang membuat akhirnya saya merasa malass untuk bangkit dari kasur dan pergi. Karena tempat tujuan kemana saya pergi, adalah lokasi syuting untuk akting saya. Yang harus membuat saya bekerja keras berbohong pada diri sendiri, saat fakta-fakta punya pengaruh lebih besar.
saya mencoba sebisa saya. Setidaknya saya lalu menanamkan di pikiran saya, ini demi kebaikan saya. Tapi sopankah saya mengatasnamakan demi kebaikan saya, sementara ada bagian dari diri saya yang justru menjadi sakit karena ini? Saya tidak tahu salah atau benar yang saya lakukan. saya hanya tidak punya pilihan lain. saya mengawang-awang.
Bedanya, ada sesuatu yang aneh di hati saya dua hari terakhir ini. Saya merasa tidak tenang. Bukan gelisah, tapi galau. Ada yang mengacaukan kestabilan hati saya. Yang membuatnya tidak hanya senang dan sedih yang berganti setiap dua menit seperti dulu. Yang bukan menjadi rasa deg-degan dan kecewa yang naik turun seperti rollercoaster. Tapi ada yang lain di dalam sini. Ada kebohongan. Saya belajar membohongi diri sendiri. Saya belajar meyakinkan hati saya untuk merasa 'tidak', padahal sesungguhnya ia bilang 'ya ya ya sangat!'. Saya sering berakting. Saya jago kok. Saya sering selalu ceria, tertawa dan bercanda, merasa riang sepanjang waktu, tanpa orang tau kalau saya sesungguhnya menangis saat mereka melepaskan pandangan dari saya. Tapi buat saya, akting pada diri sendiri inilah yang paling susah. Membohongi diri sendiri. Sama seperti main petak umpet sendirian, saya menjadi yang bersembunyi sekaligus yang jaga. saya selalu bisa menemukan saya, bukan. Saya selalu tahu yang sebenarnya, secantik apapun kebohongan saya.
Lalu mengapa saya harus memaksakan berbohong pada diri sendiri? Karena saya butuh mengubah hati. Karena saya harus mengganti persepsi. Karena saya sudah lelah dengan perasaan ini. Saya suka, saya sayang, tapi saya tidak boleh. Maka saya meredam dan berusaha berfikir, tidak, saya tidak suka. Tapi saya selalu tahu saya sebenarnya suka. Tapi saya harus belajar memasukkan pikiran saya tidak suka. Aaah, saya harus keluar dari lingkaran ini. Dari berbohong pada diri sendiri. Saya belum menemukan cara lain untuk mengubah hati, tampaknya. maka inilah cara instant buat saya. Berakting. Berbohong.
Sayangnya, saya tiap hari bertemu dengannya. Dan berpapasan. Dan makan bareng. Dan menikmati tingkah konyolnya. Dan itu sungguh-sungguh membuat hati saya makin acakadul. Makin tidak bisa menyangkal fakta sesungguhnya. Makin tidak bisa membohongi diri sendiri. Makin membuat saya merasa sakit. Dan lelah. Dan hmm, mungkin itu yang membuat akhirnya saya merasa malass untuk bangkit dari kasur dan pergi. Karena tempat tujuan kemana saya pergi, adalah lokasi syuting untuk akting saya. Yang harus membuat saya bekerja keras berbohong pada diri sendiri, saat fakta-fakta punya pengaruh lebih besar.
saya mencoba sebisa saya. Setidaknya saya lalu menanamkan di pikiran saya, ini demi kebaikan saya. Tapi sopankah saya mengatasnamakan demi kebaikan saya, sementara ada bagian dari diri saya yang justru menjadi sakit karena ini? Saya tidak tahu salah atau benar yang saya lakukan. saya hanya tidak punya pilihan lain. saya mengawang-awang.
Jumat, 15 Januari 2010
let's read and write
Sejak kecil, saya suka sekali membaca. Apapun. Bahkan sejak saya mulai bisa membaca sepatah-dua patah setelah saya belajar mengeja, kira-kira saat umur saya tiga tahun, saya heboh membaca. apa saja. Saya lihat, saya eja, lalu saya keras-keras bersorak membacanya. Tulisan apapun. nama rumah sakit. Toko serba ada. Kantor polisi. Papan iklan. Reklame pengumuman. Semua nama bus yang lewat di depan rumah saya. Semua nama toko yang dilewati travel kami saat perjalanan ke rumah nenek. Dan ibu saya bilang, ia bangga saya begitu. Kata orang-orang, saya pandai sekali membaca.
kecintaan saya dan keluarga saya pada membaca tercurahkan penuh pada buku. Sejak kecil juga, ibu sangat mendukung hobi saya ini. Waktu SD, saya bersekolah di SD swasta. Bukan SD dengan gerbang depan penuh aneka jajanan murah-tapi-tidak-terjamin. Maka saya selalu membawa bekal ke sekolah, dan tidak ada sama sekali jatah uang saku tiap hari. Ibu saya tidak pernah memberi uang untuk jajan. Tapi untuk beli buku, ibu bahkan menyisihkan lebih dari total uang saku anak SD selama sebulan. Saya dan adik saya terbiasa dengan rutinitas ini.Tidak pernah diberi uang saku, tapi tiap bulan kami akan pergi ke toko Rita untuk memborong buku. Setiap kami juara kelas, atau mendapat prestasi yang membanggakan, hadiahnya bukan barbie. Atau PS, yang saat itu sedang ramai-ramai nya diminta anak seumuran saya. Hadiahnya jauh lebih menarik. 'Voucher' belanja buku di toko buku favorit kami. Di Rita atau JAya Magelang, waktu itu. Karena itu,koleksi komik saya satu lemari penuh. Isinya semua seri Doraemon, Detective conan, serial cantik, serial misteri,sailormoon, gober bebek, ah banyak, saya lupa. Ada satu lemari lagi, isinya majalah Bobo langganan kami *saya berlangganan Bobo dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP*, dan hasil hunting bobo tahun 1980an, ditambah buku intisari koleksi ibu dari tahun 1970an. masih ada lagi koleksi buku cerita anak-anak saya dulu. serial konang-kunang, seri bungsu, dan masih banyak lagi.
koleksi saya mulai masuk ke novel sejak kelas 3 SD, saat bapak saya pulang dari luar kota membawa oleh-oleh harta karun, serial lengkap novel Sherlock Holmes. Yang benar2 baru bisa saya mengerti isinya saat saya kelas 1 SMP. Lalu saya mengoleksi serial teenlit *dengan pengarang luar negri* saat saya kelas 1 SMP. Kelas 2 SMP saya mulai membaca chiklit, lalu baru saya menjamah novel-novel pengarang Indonesia, seperti Fira basuki dan Dee. Yang paling saya suka adalah novel novel fantasi, macam harry Potter, LOTR, inkheart, serial eragon, serial tunnels. Daan, sejak saya SMA, saya suka sekali chicken soup. Karya Norman vincent peale. Dan buku-buku psikologi lainnya.
Berbekal banyak pengetahuan dan imajinasi kata-kata, saya akhirnya menuliskan 'menulis' pada kolom hobi di formulir data pribadi saya, mulai kelas 2 SMP. Saya belajar merangkai kata-kata, saya bermain imajinasi, saya mengatur perasaan pembaca, saya mulai menulis cerita. Sudah sekitar puluhan cerita yang saya buat-hanya empat sampai lima yang benar2 saya tulis sampai selesai-. Tulisan saya tidak bagus. tapi setidaknya saya bisa menghasilkan karya, yang bisa saya baca sendiri sewaktu-waktu, dan saya nikmati sendiri. Saya jarang mempublikasikan cerita cerita saya,, habis saya malu, hehehe. dan sampai pada suatu waktu dimana saya sering sekali kemana-mana membawa kertas HVS dan pensil, lalu menulis cerita di sela-sela kesibukan saya, tentunya dengan tulisan sangat amat kecil -saya bangga punya bakat menulis kecil dan rapi-, agar tidak terkonsumsi teman-teman saya. dan buat saya, menulis adalah dua sisi, -candu sekaligus obat. Saya selalu menulis saat saya senang, sedih, atau kecewa, dan itu membuat emosi saya terlampiaskan pada tulisan-yang buat saya dikemas bagus, hehe-. Tapi di satu sisi, saya akhirnya sering tidur larut, atau melewatkan membuat tugas atau belajar, saat saya sedang punya ide tentang cerita yang akan saya buat. Saya saat itu, tidak bisa lepas dari membaca dan menulis, dan itu adalah pekerjaan favorit saya, saat saya merasakan sensasi, entah, tenang dan nyaman saat saya sedang melakukannya, membaca dan menulis. saya sungguh suka.
Akhir-akhir ini, saya sangat sibuk. Kuliah di TI dan ikut MBWG sepertinya bukan kombinasi yang bagus untuk hidup saya, ahhaha. Semua waktu yang saya punya seperti habis hanya untuk mereka, kuliah, tugas kelompok, belajar ngebut semalaman, praktikum, atau latihan, rapat panitia, event. Bahkan untuk istirahat saja, saya lebih memilih mengalokasikannya untuk tugas atau latihan. saya seperti tidak punya waktu -bahkan untuk mengurus diri saya sendiri-. Dan, saya kehilangan kesempatan untuk sedikt membaca, atau menulis. Awalnya saya menyerah dengan fakta bahwa, saya tidak punya waktu untuk itu. tapi lalu saya merasa rinduu. Pada perasaan nyaman saat saya membaca buku sambil tiduran yang menyebabkan mata saya silinder. Pada kepuasan batin saat saya melepaskan perasaan saya lewat tulisan. Pada sensasi asik yang saya terima saat melakukan keduanya. Saya rindu mencerna kata-kata, juga rindu merangkainya. Saya rindu mencari arti tersembunyi pada sebuah tulisan, juga rindu membuat suatu pesan tersamarkan dalam tulisan yang panjang. Saya rindu tersentuh saat membaca cerita, juga rindu mengarang cerita yang membuat tersentuh.
ada yang hilang dari saya tampaknya setelah saya tidak lagi menjalani rutinitas membaca dan menulis ini. Saya seperti menjadi orang yang berpandangan tidak luas. Tidak pandai berimajinasi. Tidak bisa menyembunyikan emosi. Seperti tidak cerdas dalam merangkai kata-kata untuk bicara. Pikiran saya seperti mati saat diminta menyampaikan pesan kesan yang dalam. Saya menjadi orang yang,, apa ya, katakanlah datar, tanpa kecerdasan verbal. Maka saya berfikir, sepertinya saya harus kembali melakukan apa yang dulu saya lakukan ini, yang dulu menjadi bagian dari kegiatan kehidupan saya, yang dulu sempat menjadi dunia saya, menjadi obat sekaligus candu bagi saya. Ya, saya harus kembali masuk ke dunia ini. Saya harus mencoba kembali membaca, dan menulis. Di sela-sela kesibukan saya, diantara ke-hectic-an kegiatan saya. Karena samapai saat ini, saya menuliskan 'membaca dan menulis' di kolom hobi saya.
:D
kecintaan saya dan keluarga saya pada membaca tercurahkan penuh pada buku. Sejak kecil juga, ibu sangat mendukung hobi saya ini. Waktu SD, saya bersekolah di SD swasta. Bukan SD dengan gerbang depan penuh aneka jajanan murah-tapi-tidak-terjamin. Maka saya selalu membawa bekal ke sekolah, dan tidak ada sama sekali jatah uang saku tiap hari. Ibu saya tidak pernah memberi uang untuk jajan. Tapi untuk beli buku, ibu bahkan menyisihkan lebih dari total uang saku anak SD selama sebulan. Saya dan adik saya terbiasa dengan rutinitas ini.Tidak pernah diberi uang saku, tapi tiap bulan kami akan pergi ke toko Rita untuk memborong buku. Setiap kami juara kelas, atau mendapat prestasi yang membanggakan, hadiahnya bukan barbie. Atau PS, yang saat itu sedang ramai-ramai nya diminta anak seumuran saya. Hadiahnya jauh lebih menarik. 'Voucher' belanja buku di toko buku favorit kami. Di Rita atau JAya Magelang, waktu itu. Karena itu,koleksi komik saya satu lemari penuh. Isinya semua seri Doraemon, Detective conan, serial cantik, serial misteri,sailormoon, gober bebek, ah banyak, saya lupa. Ada satu lemari lagi, isinya majalah Bobo langganan kami *saya berlangganan Bobo dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP*, dan hasil hunting bobo tahun 1980an, ditambah buku intisari koleksi ibu dari tahun 1970an. masih ada lagi koleksi buku cerita anak-anak saya dulu. serial konang-kunang, seri bungsu, dan masih banyak lagi.
koleksi saya mulai masuk ke novel sejak kelas 3 SD, saat bapak saya pulang dari luar kota membawa oleh-oleh harta karun, serial lengkap novel Sherlock Holmes. Yang benar2 baru bisa saya mengerti isinya saat saya kelas 1 SMP. Lalu saya mengoleksi serial teenlit *dengan pengarang luar negri* saat saya kelas 1 SMP. Kelas 2 SMP saya mulai membaca chiklit, lalu baru saya menjamah novel-novel pengarang Indonesia, seperti Fira basuki dan Dee. Yang paling saya suka adalah novel novel fantasi, macam harry Potter, LOTR, inkheart, serial eragon, serial tunnels. Daan, sejak saya SMA, saya suka sekali chicken soup. Karya Norman vincent peale. Dan buku-buku psikologi lainnya.
Berbekal banyak pengetahuan dan imajinasi kata-kata, saya akhirnya menuliskan 'menulis' pada kolom hobi di formulir data pribadi saya, mulai kelas 2 SMP. Saya belajar merangkai kata-kata, saya bermain imajinasi, saya mengatur perasaan pembaca, saya mulai menulis cerita. Sudah sekitar puluhan cerita yang saya buat-hanya empat sampai lima yang benar2 saya tulis sampai selesai-. Tulisan saya tidak bagus. tapi setidaknya saya bisa menghasilkan karya, yang bisa saya baca sendiri sewaktu-waktu, dan saya nikmati sendiri. Saya jarang mempublikasikan cerita cerita saya,, habis saya malu, hehehe. dan sampai pada suatu waktu dimana saya sering sekali kemana-mana membawa kertas HVS dan pensil, lalu menulis cerita di sela-sela kesibukan saya, tentunya dengan tulisan sangat amat kecil -saya bangga punya bakat menulis kecil dan rapi-, agar tidak terkonsumsi teman-teman saya. dan buat saya, menulis adalah dua sisi, -candu sekaligus obat. Saya selalu menulis saat saya senang, sedih, atau kecewa, dan itu membuat emosi saya terlampiaskan pada tulisan-yang buat saya dikemas bagus, hehe-. Tapi di satu sisi, saya akhirnya sering tidur larut, atau melewatkan membuat tugas atau belajar, saat saya sedang punya ide tentang cerita yang akan saya buat. Saya saat itu, tidak bisa lepas dari membaca dan menulis, dan itu adalah pekerjaan favorit saya, saat saya merasakan sensasi, entah, tenang dan nyaman saat saya sedang melakukannya, membaca dan menulis. saya sungguh suka.
Akhir-akhir ini, saya sangat sibuk. Kuliah di TI dan ikut MBWG sepertinya bukan kombinasi yang bagus untuk hidup saya, ahhaha. Semua waktu yang saya punya seperti habis hanya untuk mereka, kuliah, tugas kelompok, belajar ngebut semalaman, praktikum, atau latihan, rapat panitia, event. Bahkan untuk istirahat saja, saya lebih memilih mengalokasikannya untuk tugas atau latihan. saya seperti tidak punya waktu -bahkan untuk mengurus diri saya sendiri-. Dan, saya kehilangan kesempatan untuk sedikt membaca, atau menulis. Awalnya saya menyerah dengan fakta bahwa, saya tidak punya waktu untuk itu. tapi lalu saya merasa rinduu. Pada perasaan nyaman saat saya membaca buku sambil tiduran yang menyebabkan mata saya silinder. Pada kepuasan batin saat saya melepaskan perasaan saya lewat tulisan. Pada sensasi asik yang saya terima saat melakukan keduanya. Saya rindu mencerna kata-kata, juga rindu merangkainya. Saya rindu mencari arti tersembunyi pada sebuah tulisan, juga rindu membuat suatu pesan tersamarkan dalam tulisan yang panjang. Saya rindu tersentuh saat membaca cerita, juga rindu mengarang cerita yang membuat tersentuh.
ada yang hilang dari saya tampaknya setelah saya tidak lagi menjalani rutinitas membaca dan menulis ini. Saya seperti menjadi orang yang berpandangan tidak luas. Tidak pandai berimajinasi. Tidak bisa menyembunyikan emosi. Seperti tidak cerdas dalam merangkai kata-kata untuk bicara. Pikiran saya seperti mati saat diminta menyampaikan pesan kesan yang dalam. Saya menjadi orang yang,, apa ya, katakanlah datar, tanpa kecerdasan verbal. Maka saya berfikir, sepertinya saya harus kembali melakukan apa yang dulu saya lakukan ini, yang dulu menjadi bagian dari kegiatan kehidupan saya, yang dulu sempat menjadi dunia saya, menjadi obat sekaligus candu bagi saya. Ya, saya harus kembali masuk ke dunia ini. Saya harus mencoba kembali membaca, dan menulis. Di sela-sela kesibukan saya, diantara ke-hectic-an kegiatan saya. Karena samapai saat ini, saya menuliskan 'membaca dan menulis' di kolom hobi saya.
:D
Senin, 11 Januari 2010
resolusi 2010
yaah walopun saya kemaren bilang bakal balik lagi ke dunia pengeblogan, karena saya udah beres itu segala urusan ujian, hehhe alhamdulilah, ternyata,,, saya disambut dengan ceria sama proyek proyek -yang melelahkan dan menyita banyak waktu saya, bikin pikiran pusing mana bentrok2 lagi- lain. hmm, makanya, hari ini sya baru bisa menuliskan pikiran2 saya, hahahha terutama tentang resolusi saya di tahun 2010. hehehe.
hmm, tahun kemaren saya awali dengan bikin resolusi, yang ada beberapa yang saya lakuin, ada juga yang saya langgar, hahahaha.
makanya, saya tahun 2010 ini berniat untuk beresolusi:
1. lebih tepat waktu sholat . selama ini yah saya suka solat ntar2an. hahhaa. soalnya banyak ke-nanggung-an yang terjadi sii. lagi belajar seru, lagi pas banget heboh2nya dijelasin dan baru mulai ngerti, atau lagi pas belajar niup terus mulai bisa, lagi pas bgt ada waktu ketemusama orang yang susah diketemuin, ato apalah. hehe. jadi banyak nanggung2 gitu. padahal sebenernya kaan bisa yaa dipotong sebentar, orang sholat juga cuman 5 menitan kan, hehehe. mudah2n d tahun 2010 bisa sholat tepat waktu, jadi bisa lebih baik lagi untuk deket pada Nya.
2. sering puasa. hahhaa saya bener2 jarang bgt puasa deh tahun kemaren. cuman puasa2 wajib, sama puasa2 sunah apaa gtu. jarang bgt puasa senin kamis. ajakin endah ica ve aja deh tahun ini, kan biar jadi lebih baik, hehehe.
3. lebih stabil lagi dalam menjalani hidup. seperti kata saya di postingan sebelumnya, saya sempat ada di posisi saya yang say arasa stabil. artinya saya lebih bisa kontrol emosi, lebih bisa sabar, lebih nrimo, lebih banyak berfikir positif, memberi saran, bukan marah2 dan menanggapi semuanya dengan rasa kesel. sya sempet lhoo ada di keadaan itu. tapi terus saya jadi labil parah, hahha. tahun ini saya insyaallah berusaha menjadi diri saya yang stabil itu, hehe.
4. nyatet semua pelajaran. hehe. mau fotokopi juga gpp, tapi pokoknya update catetan secepetnyaa, jangan pas deket2 ujian! hehhehe. pengalaman yang pahit deh tahun kemaren,,
5. sering telpon ibu. berhubung punya hape fren, hehhee, jadi ayolah, ga ada salahnya kan ngasi kabar terbaru ke ibu, minimal ngasi tau keadaan di bandung sama cari kabar keadaan cilacap. hehehe.
6. hemat. hehehe, sengga nya kurangin ah makan2 yang mahal. ngga usah hedon2an. hedon kan berarti hura2. mending istirahat aja lah, hehehe. pokoknya sebulan maksimal 700ribu.. bisa ga ya.. minum bawa dri kosan, makan klo bs masak sndiri, kan ada nasi, sama catetan nyalin aja gausah ngopi!! ga usah kemana2 ga jelas, ga pake byar2in angkot, hehehe.
7. diet. mameen. saya baru berniat ini barusan kok. hahahha. setelah tahu kostum saya gpmb taun lalu GA MUAT lagii!! huhuhu.pokoknya saya mau tahun depan main gpmb pake kostum saya sendiri.*ukuran tahun 2008 ya berarti, hihihi. mudah2an tercapai,, hehehehe
terakhir, resolusi saya tahun ini adalah menepati resolusi saya! hahahaha. mudah2an bisaaa amiiin,,,,,
hmm, tahun kemaren saya awali dengan bikin resolusi, yang ada beberapa yang saya lakuin, ada juga yang saya langgar, hahahaha.
makanya, saya tahun 2010 ini berniat untuk beresolusi:
1. lebih tepat waktu sholat . selama ini yah saya suka solat ntar2an. hahhaa. soalnya banyak ke-nanggung-an yang terjadi sii. lagi belajar seru, lagi pas banget heboh2nya dijelasin dan baru mulai ngerti, atau lagi pas belajar niup terus mulai bisa, lagi pas bgt ada waktu ketemusama orang yang susah diketemuin, ato apalah. hehe. jadi banyak nanggung2 gitu. padahal sebenernya kaan bisa yaa dipotong sebentar, orang sholat juga cuman 5 menitan kan, hehehe. mudah2n d tahun 2010 bisa sholat tepat waktu, jadi bisa lebih baik lagi untuk deket pada Nya.
2. sering puasa. hahhaa saya bener2 jarang bgt puasa deh tahun kemaren. cuman puasa2 wajib, sama puasa2 sunah apaa gtu. jarang bgt puasa senin kamis. ajakin endah ica ve aja deh tahun ini, kan biar jadi lebih baik, hehehe.
3. lebih stabil lagi dalam menjalani hidup. seperti kata saya di postingan sebelumnya, saya sempat ada di posisi saya yang say arasa stabil. artinya saya lebih bisa kontrol emosi, lebih bisa sabar, lebih nrimo, lebih banyak berfikir positif, memberi saran, bukan marah2 dan menanggapi semuanya dengan rasa kesel. sya sempet lhoo ada di keadaan itu. tapi terus saya jadi labil parah, hahha. tahun ini saya insyaallah berusaha menjadi diri saya yang stabil itu, hehe.
4. nyatet semua pelajaran. hehe. mau fotokopi juga gpp, tapi pokoknya update catetan secepetnyaa, jangan pas deket2 ujian! hehhehe. pengalaman yang pahit deh tahun kemaren,,
5. sering telpon ibu. berhubung punya hape fren, hehhee, jadi ayolah, ga ada salahnya kan ngasi kabar terbaru ke ibu, minimal ngasi tau keadaan di bandung sama cari kabar keadaan cilacap. hehehe.
6. hemat. hehehe, sengga nya kurangin ah makan2 yang mahal. ngga usah hedon2an. hedon kan berarti hura2. mending istirahat aja lah, hehehe. pokoknya sebulan maksimal 700ribu.. bisa ga ya.. minum bawa dri kosan, makan klo bs masak sndiri, kan ada nasi, sama catetan nyalin aja gausah ngopi!! ga usah kemana2 ga jelas, ga pake byar2in angkot, hehehe.
7. diet. mameen. saya baru berniat ini barusan kok. hahahha. setelah tahu kostum saya gpmb taun lalu GA MUAT lagii!! huhuhu.pokoknya saya mau tahun depan main gpmb pake kostum saya sendiri.*ukuran tahun 2008 ya berarti, hihihi. mudah2an tercapai,, hehehehe
terakhir, resolusi saya tahun ini adalah menepati resolusi saya! hahahaha. mudah2an bisaaa amiiin,,,,,
Jumat, 08 Januari 2010
balik lagii
uuuuh ya ya ya setelah absen dari dunia pe-ngeblog-an,, saya akhirnyaaaa balik lagiiiiiii
yaampun kangen banget parah. selama banyak hari, *coba diliat jeda tanggalnyaaa,,, saya berada jauh dari jangkauan internet, huhuhu jadi ga bakal mungin menjangkau si satu cerita ini,, hiks. saya liburan, hehehe, sejenak lupa sama semua penat yang ada di kuliah, di himpunan, di MBWG, diantara temen2 saya, di kosan, di masalah relatonship, hihihi, pokoknya saya refreshing sebentar laah, hehe. ntar saya ceritain kok sepanjang liburan saya ngapain aja. Jangan salaah, biarpun ngga ngeblog, saya punya catatan perjalanan saya selma liburan. hehhee. iya dong namanya catatan perjalanan, orang saya liburan emang jalan-jalan, hehhee.
hmm, sebenernya banyak banget postingan yang mau saya tulis dalam jeda waktu sekian hari kemaren, tapi apa dayaa, kosan saya internetnya mati selama seminggu. hahhaha. eh tapi ada untungnya juga kook, kan saya jadi bisa konsentrasi ke UAS. hehe. padahal yah sama aja gitu-gitu juga ga bisa nya. hahaha.
eeh gara2 banyaak, saya ampe binguung, apa deh ya yang mau saya tuliis duluan, hehehe.
tpi pertama tama sii saya mau bilang
semoga di tahun ini saya bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, lebih bijak menjalani hidup, lebih dewasa, dan harapan saya di tahun ini bisa tercapai. amiiiiiin
yaampun kangen banget parah. selama banyak hari, *coba diliat jeda tanggalnyaaa,,, saya berada jauh dari jangkauan internet, huhuhu jadi ga bakal mungin menjangkau si satu cerita ini,, hiks. saya liburan, hehehe, sejenak lupa sama semua penat yang ada di kuliah, di himpunan, di MBWG, diantara temen2 saya, di kosan, di masalah relatonship, hihihi, pokoknya saya refreshing sebentar laah, hehe. ntar saya ceritain kok sepanjang liburan saya ngapain aja. Jangan salaah, biarpun ngga ngeblog, saya punya catatan perjalanan saya selma liburan. hehhee. iya dong namanya catatan perjalanan, orang saya liburan emang jalan-jalan, hehhee.
hmm, sebenernya banyak banget postingan yang mau saya tulis dalam jeda waktu sekian hari kemaren, tapi apa dayaa, kosan saya internetnya mati selama seminggu. hahhaha. eh tapi ada untungnya juga kook, kan saya jadi bisa konsentrasi ke UAS. hehe. padahal yah sama aja gitu-gitu juga ga bisa nya. hahaha.
eeh gara2 banyaak, saya ampe binguung, apa deh ya yang mau saya tuliis duluan, hehehe.
tpi pertama tama sii saya mau bilang
SELAMAT TAHUN BARU 2010!!!!!
semoga di tahun ini saya bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, lebih bijak menjalani hidup, lebih dewasa, dan harapan saya di tahun ini bisa tercapai. amiiiiiin
Langganan:
Postingan (Atom)
