Tampilkan postingan dengan label satu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2009

tentang perbedaan

mengartikan dirimu, didalam hatiku
betapa kusesali adanya dirimu
haruskah kubertahan demi cinta kita yang tak mungkin
andaikan saja ada keteguhan hati
tuk membuka kembali jalan indah ini
biarkan kumenahan semua janji kita sampai batas waktu mengakhiri
dan tak mungkin untuk kita bersama
diatas perbedaan yang slamanya mengingkari
dan tak mungkin bila kumelepasmu
sungguh hati tak mampu
mengertilah cintaku, dan tak mungkin
semestinya tak ada yang memisahkan cinta kita
karna hanya dirimu satu cintaku,

-dygta-tak mungkin kumelepasmu-


hahhaha.
teman saya pernah merasa seperti ini. dan membuat satu pertanyaan di benak saya,
kenapa harus ada yang seperti ini?
saya tidak bisa mengerti. sama rasanya waktu saya nonton trailer cin(t)a,
saya juga pengen bertanya,
'kenapa harus ada perbedaan keyakinan?'
yang menjadi batas mutlak seseorang dgn yg lain, yang tidak bisa dilangkahi?
awalnya, saya pikir, kalau memang prinsip hidupnya sudah beda, kenapa bingung? yaudah,lah, lupakan, lupakan, cari yang lain cari yang satu prinsip. tapi, susah ya ternyata?
waktu saya tanya ke temen saya tadi,
"kalau kamu tahu, pada akhirnya itu harus diakhiri,
kenapa kamu mau, mencoba untuk memulai???"
dan temen saya dengan senyumnya, menjawab,
"karena terkadang, cinta tidak sejalan dengan logika"
saya cuman bisa diam. saya kasihan sama temen saya itu.harus melupakan perasaannya, karena terbatas perbedaan prinsip. waktu saya tanya lagi,
"terus sekarang kamu gimana?"
" yaudah, ga ada yang bisa dilakuin lagi, selain ngelepas dia. aku sama dia sama-sama tahu, ada ketergantungan diantara kita. tapi kita juga sama-sama tahu, ada keterbatasan yang ngga mungkin kita langkahin,"
"jadi??"
" ya udah, lupain."
dan saya sungguh-sungguh ngerasa sedih. tapi bener juga,si, maugimanalagi?? saya tau, rasanya pasti sakiit, banget.tapi yaah, saya juga tau, ngga ada jalan lain yang lebih baik dari ini.

daaaan. sampai pada waktunya saya merasakannya sendiri. tentang perbedaan prinsip dan keterbatasan tadi. saya merasakannya sendiri. hahhaha.
untungnya saya tahu, dan saya sudah banyak belajar dari temen saya. jadi saya tau apa yang harus saya lakukan. saya menutup hati. sebelum saya terlanjur sakit hati. saya duluan melupakan dan berkali-kali mengingatkan diri saya sendiri.
hhhhh, rasanya lumayan sakit, tapi saya bersyukur, saya sih cuma segini. temen saya tadi??


tunggu. saya tidak salah kan yaa??


buat temen saya yang merasa, maaf ya ceritanya dipinjam.
kamu menginspirasi saya, hahhaha

cerita tentang janji

saya pernah merasa marah
waktu saya merasa, semua orang mengkhianati saya
saya merasa kecewa, karena saya pikir, mereka lupa pada janji-janji mereka yang katanya akan selalu ada di samping saya
saat saya rapuh, dan butuh sandaran, butuh ada yang disamping saya,
mereka tertawa, dan larut dalam bahagia, dan seketika, mereka seolah-olah tidak ingat pernah membuat janji pada saya
saya berdiri, sendiri, dan berharap, mereka menganggap saya ada
saya tersenyum pada mereka, dan mereka mungkin bahkan tidak melihat saya
saya hanya bisa kembali bekerja sendiri, berusaha lupa bahwa mereka perna berjanji untuk tidak meninggalkan sendirian, dan menyadari, hidup ternyata tidak seindah mimpi
saya baru tahu, bagaimana rasanya dikhianati, dan dibiarkan berusaha sendiri, dibiarkan sakit sendiri
saya berfikir, sepertinya saya yang salah.
saya yang menggantungkan diri saya kepada mereka. saya tidak seharusnya berharap pada janji-janji mereka.
yang ada, saya cuma dapat sakit hati saja. dan bahkan mereka tidak tahu, saya pernah sakit hati.

lalu, saat itu, saya tidak tahu, harus apa saya?
saya pikir, saya harus kuat menghadapinya, sendirian, dan saya akan teruskan sendirian, tanpa orang-orang di samping saya.
saya tanpa dukungan, tanpa penyemangat, tanpa tempat saling bersandar, tapi saya paksa, saya harus bisa sendirian
dan sejak saat itu saya selalu berfikir negatif tentang janji untuk tetap saling mendukung, untuk tetap ada di samping saya
saya sudah pernah dikhianati, dan saya sudah siap, untuk menerima bahwa janji-janji itu tidak ada yang nyata
saya menutup hati, dan saya selalu berfikir, saya bisa sendirian. saya kuat. saya tidak butuh janji-janji orang
saya lakukan ini, karena tidak mau lagi banyak berharap, tidak mau lagi hatinya tersakiti. saya lelah begitu.
saya takut untuk terlihat bodoh, karena saya menggantungkan diri saya pada, janji, yang saya, entahlah, saya pikir mereka tidak bisa menepati

sampai suatu hari, saya tahu arti dari sebuah janji.
saya tahu, bahwa janji adalah ucapan sakral, yang tidak bisa orang seenaknya bagikan cuma-cuma
saya mengerti, janji itu adalah kesungguhan
dan saya jujur terkejut, saat ada orang yang benar2 melakukan janjinya, untuk ada di samping saya, mendukung saya
saat ada orang-orang yang tetap membantu saya walau bagaimanapun, karena mereka telah berjanji pada saya
saya sadar, saya tidak bisa selalu tidak percaya pada orang lain, hanya karena saya pernah dikhianati dan saya takut sakit hati lagi
saya tahu, saya harus mulai belajar percaya, dan mulai membuka hati, untuk janji-janji orang kepada saya
dan pada akhirnya, saya tahu yang saya lakukan benar,
saya percaya pada sebuah janji,
karena bagi saya, janji adalah mutlak sesuatu yang harus dilunasi, dan buat saya, janji tidak bisa tidak dilakukan,
saya mengerti apa makna sebenarnya dari sebuah janji, dan betapa berartinya janji untuk seseorang
mereka menyadarkan saya, bahwa janji adalah sesuatu yang mungkin dan memang seharusnya ditepati
dan saya sekarang tidak lagi takut pada janji seperti itu dari orang-orang.
saya tidak berharap dan bergantung pada janji-janji itu,
saya hanya percaya , pasti ada yang akan tetap memenuhi janji-janji itu pada saya
akan selalu ada orang-orang di samping saya



saya percaya, pada janji mereka

hidup dan menggambar,

saya mencoba menganalogikan hidup dengan gambar.

Hidup itu ibaratnya seperti selembar kertas gambar, ukuran Anol, yang tiap hari nambah duakalilipatnya. Cerita-cerita hidup kita, perasaan kita, itu adalah warna, yang nantinya bakalan ada, bikin suatu kombinasi dan pola tertentu, di kertas gambar itu. Yang mau nggambar, siapa? Ya kita ini, lah, dengan tangan kita dibimbing sama Allah untuk membuat gambar kaya apa yang udah ditentukan oleh Nya. Terus, gambar itu siapa yang liat?? Semuanya yang peduli akan gambar itu. Kita juga. Mau bagus, mau jelek, mau aneh, mau artistik, pandangan-pandangan kaya gitu itu kita sendiri yang liat, kita sendiri yang nilai. Terserah orang lain mau mencela sejelek apa gambar hidup kita, kita harus mensyukurinya, kan itu hidup kita! Kita yang menggambar, lho. Kita yang megang kuas, yang milih warna, yang bikin sketsa, yang nyampur cat sama minyak, kita yang menggoreskan kuas tadi, kita yang mencoba menggambar hidup kita, mau jadi apa gambarnya.
Misalnya kita mau gambar rumah, dua lantai, ada garasinya, ada tamannya, ada pagarnya. Mulailah kita gambar, mulai dari tembok utamanya. Lantai dua nya. Atepnya. Jendelanya. Garasinya. Tamannya, ditambah kolam dan bunga-bungaan. Terus, pagernya. *(Mav buat anak2 SAPPK ato FSRD, ato siapapun yang lebih tau ttg tata cara menggambar yg benar, ini terkesan ngaco ya,hehe) Nah, kita berusaha, kan, buat nggambar sebuah rumah!! Mau nanti pada akhirnya ternyata Allah mengaturnya buat jadi sebuah RumahSangatSsederhanaSekaliSumpah!, dindingnya anyaman bambu, atepnya anyaman daun kelapa,ato apapun, ya, memang
itulah jalannya. Mau orang mencibir kaya apa, terserah. Itu RSSSS kita, tetep rumah buat kita, dan tetep sama, kok, kehangatannya, kesederhanaannya, keindahannya. Kalau tentang penilaian itu, kita sendiri yang bikin,kan.
Aplikasinya ke hidup, sama kok. Contoh yang kecil aja, deh. Kita mau dan pengen bgt, dapet nilai terbaik. Ya udah, kita usaha, belajar dong. Dateng terus pas kuliah, nyatet lengkap, nanya soal yg g bisa, belajar bareng, minta ajarin senior, ngerjain tutor, berdoa, dsb. Terus ujian. Dan allah memberi kita nilai, C. Terserah, mau orang bilang, 'ah, nilaimu kecil, ah,' ato apa, terserah, lah,,. Buatlah itu memang yang terbaik yang dikasi Allah buat kita,ya kan!! Penilaian bagus-engga nya itu juga kan kita sendiri yang bikin. Tapi, tetep, harus seimbang antara -tidak berkucil hati dan menyesali- sama berbangga diri dan berfikir udahlah, cukup segini.
Yang penting, inget, hidup itu luas, kok, teman. Masih ada bagian kertas gambar yang kosong. Coba aja lagi untuk menggambar ulang, mungkin dengan konsep ato kreativitas yang lebih bagus. Dan percaya, gambarmu itu adalah yang terbaik yang pernah kamu gambar!!

a taxi for me

siapa yang pernah denger, tentang sebuah cerita :

milih pendamping yang tepat untuk kita, sama kaya milih angkot.
harus diitung, bibit, bebet, bobot nya, kata orang jawa. ah mana ya?jawa bukan? jawa kayanya.
sama rasanya, kalo kita lagi mau pergi. ke kampus misalnya.
pagi-pagi, kita udah nunggu di pinggir jalan, dan masih 30 menit lagi kelas kuliah mulai.

lima menit pertama. datanglah sebuah angkot. kosong, berhenti di depan kita. kita: ah ngga ah, ntar pesti ngetem dulu deh di simpang. pesti lama bgt. ntar ajalah, nunggu yang keisi. biar nunggunya ngga gitu lama, gitu
dan angkot udah aja, gitu, lewat.

lima menit berikutnya, ada angkot lagi lewat, berhenti di depan kita. hmm. keisi sih. dua-tiga orang. kita : lurus a? sopir angkot: belok, neng, hmm. sama aj si, ntar juga sama-sama lewat deket kampus. cuma kalo belok, musti muter dulu. kita : ah ngga ah, cari yang langsung lurus aja, lama bener musti belok dulu.
dan angkot nya, yaudah, lewat lagi aja.

lima menit lagi berikutnya, lewat sebuah angkot lag, berhenti di depan kita. hmm. bagus. keisi 2-3 orang. tapi kok. bangkunya sobek-sobek, body angkotnya kayapernah ketabrak, dan sedang disetel salah satu stasiun radio yang lagi nyiarin lagu dangdut, dan diputer kenceng-kenceng. kita : omigat. ngga deh. angkot berikutnya aja, lah, plis.
dan angkot kembali berlalu, sambil tetep masih nyalain itu radio kenceng-kenceng.

lima menit berikutnya lagi, ada lagi angkot, berhenti di depan kita. weits. penuh,men. masi ada si space buat dua orang, kita bisa si masuk. dengan keadaan sesak. dan ada beberapa yang ngerokok. kita: waduu. ngga ngga. kalo sesek nafas gimanaa??
dan angkot, lagi-lagi lewat.

semenit, dua menit, kemana angkot-angkot? buset. kenapa ngga ada yang lewat?
mulai bingung. mulai resah. dan mulai panik.
lima menit menuju kuliah mulai, akhirnya ada angkot yang lewat. dan berhenti di depan kita. waow. penuh, ada yang ngerokok, bagian depan penyok. terus, mau gimana lgi kita? lima menit lagi kuliah masuk. naik, ato telat kuliah. pilih mana? kita : hell. yaudalah, daripada.....
dan akhirnya, si angkot lewat, membawa kita. dan ternyata, si supir nyupirnya ugal-ugalan.

see?? terkadang, apa yang kita penginin, ngga sesuai sama apa yang kita dapet. kita bisa ngajuin standar yang seabrek, tapi, kalo emang udah waktunya, (atau memang udah takdir Nya), akhirnya, kita 'dipaksa' milih. salah satu, yang terakhir, dan kita harusnya si ikhlas, bisa menerima, dalam kondisi apapun 'angkot' kita. ya, daripada... hahahhahaa.

terus, apa masalahnya?
terus, kalo misalnya, ada seseorang yang kisahnya :

pagi-pagi, kita udah nunggu di pinggir jalan, dan masih 30 menit lagi kelas kuliah mulai.

lima menit pertama. kita : duh, mudah2an dapet angkot yang keisi sedikit, biar ngga ngetem, angkotnya baru, jadi joknya empuk, sopirnya ramah, nyetirnya bener, ngga ada yang ngerokok,
dan belum ada angkot yang berhenti.

lima menit berikutnya. kita : aduh, yaudah lah, angkotnya jelek juga gapapa. biarin ajalahya si angkot udah bobrok. yang penting bisa nganterin sampe kampus, selamat sampai tujuan.tapi tetep, ga ada yang ngerokok, deh. dan ngga penuh-penuh amat. dan sopirnya nyetirnya ngga ngasal.
dan masih belum ada angkot, yang berhenti.

lima menit lagi berikutnya. kita : buset. okedeh. mau angkot yang kayaapa juga, deh, ada yang ngerokok juga gapapa, lah, paling2 batuk2 doang bentar. yang penting sopirnya nyupirnya bener,penumpangnya jangan penuh2. ntar sesek di dalem.
hmm. dan angkot masih belum juga ada yang mau berhenti.

lima menit berikutnya, lagi. kita : ya allah. penuh juga boleh lah. yang penting keangkut. tapi sopirnya tetep yang harus bener. jangan yang ugal2an n main potong2 jalan orang.
daaan. belum ada angkot yang berhenti.

semenit, dua menit, kemana angkot-angkot? buset. kenapa belum ada juga yang lewat??????
mulai bingung. mulai resah. dan mulai panik.
lima menit menuju kuliah mulai, kita : ya allah. apapun, ya allah. angkot yang bagaimanapun, ya allah. yang penting saya bisa nyampe kampus dengan selamat, tidak kurang suatu apapun, dan tepat waktu. amin.

dann, kita masih terus menunggu, adakah angkot yang mau berhenti untuk kita??
sampai kapan kita harus nunggu??
sementara waktunya udah mepet, dan kita harus buru2 masuk kelas kuliah.
cara aman : yaudahlahya, ngga usah kuliah jam pertama kalo ngga dapet angkot. kok repot. hahha
masalahnya, kalo ini hidup??? kita ngga bisa, dong, seenaknya 'cabut'
dan kita terpaksa,memang, untuk menunggu.
terus, kenapa angkot ngga ada yang mau berhentii???
padahal kita sampe udah mau angkot bagaimanapun keadaannya, kita mau naik. pokoknya nyampe.

pertanyaannya : haruskah kita tetep nunggu ?
ngga sia-sia kah usaha kita nunggu itu nantinya?

jawabannya : ngga teman. tunggulah. sabar. sebentar lagi. Dia, sedang menyiapkan sebuah kendaraan, yang terbaik, untuk kita.
Dia sedang menyiapkan taksi. yang nyaman, AC, khusus untuk kita seorang, sopirnya ramah, ngga ada asap rokok, ngga gerah. dan gratis. special yang terbaik buat kita.

jadi,,,,
tunggu saja teman.
tunggu.
sampai taksinya datang.
sebentar lagi, kok.
tunggu ya,,




hahahhhaa

kamu, terlalu jauuuh

kamu terlalu jauh

buat aku, hidup harus dinikmati, selain disyukuri
yang akan aku lakukan adalah mewarnainya sesuka hatiku, membuatnya indah, mencoba menarik orang untuk ikut merasakan, dan menatanya, agar semua yang aku lalui penuh makna dan arti
tapi buat kamu, hidup harus dirinci
bagaimana kamu melangkah, mengukir setiap cita, mencari jalan apa yang terbaik, bagaimana mensiasati hambatan yang mungkin terjadi, merencanakan apa yang akan kamu lakukan setiap bangun tidur,

buat aku, hidup adalah cerita
aku akan membuat awal yang manis, meneruskannya dengan kata-kata yang indah, menambahkan plot-plot yang menarik, mencari klimaks-klimaks, membumbuinya dengan adegan2 romantis,action,komedi,tragedi, memasukkan rasa senang,sedih,kecewa,putus asa,marah,benci, mencoba mengakhirinya dengan ending yang sempurna, agar semua menjadi sebuah dongeng yang satu
tapi buat kamu, hidup itu misteri
setiap alur yang ada harus diingat, karena bisa saja itu memuat kata kunci, harus hati-hati dalam meneruskan cerita, siapa tahu ada sandi tersembunyi dibalik setiap kata, agar pada saatnya nanti di akhir cerita kamu bisa bilang, "yah..jadi inilah misterinya!!"

buat aku, hidup identik dengan kebahagiaan
merangkainya berarti membuat hidupku akan selalu bahagia, tergantung dari bagaimana aku menata hati, membuat temanku tertawa, merasa senang akan cinta, persahabatan, keluarga, kepercayaan, dan penghargaan
tapi buat kamu, hidup bercirikan kesempurnaan
kamu membuatnya rapi, teliti, dan berpandangan luas ke depan, berfikir bagaimana ini jadinya,bagaimana kalau kalau jadi begitu, dan sibuk menentukan langkah terbaik apa yang akan kamu ambil, supaya semua yang terjadi berjalan sesuai dengan apa telah kamu rancang


tujuan kita sama
menghadapi hidup
tapi
jalan pikiran kita terlalu berbeda...
aku kemana,kamu kemana lagi
bukan mencari siapa yang salah
bukan menegaskan ketidaksamaan ini
bukan, kok,
aku
cuma mau bilang,
saat ini
kamu ada di depan aku
berjalan berjarak bermil-mil
kamu harus tau,,
bagiku...
kamu
terlalu jauh....

yang pertama

ini postingan pertama saya
*setelah blog lama saya, huhuhu, saya lupa, kemana ya?

hampir sama kaya blog saya yang lama,
saya mungkin bakalan banyak ngisi blog ini dgn postingan-postingan tentang hidup.
tentang arti, makna, esensi, bgaimana cara menjalani, dan rahasia kehidupan.
saya suka berilustrasi tentang hidup.
saya suka membuat tulisan-tulisan tentang hidup.
saya suka berbagi cerita tentang hidup.
saya,, suka hidup saya.
hmm,setidaknya saya BERUSAHA.

hahahaha.